Gerakan Nasional Berbatik pada 2 Oktober 2009
September 18, 2009 by Republik Batik
Filed under Tulisan Lepas
Sudah berulangkali tetangga kita yang bernama Malaysia berusaha mengklaim apa yang dimiliki oleh negeri ini, mulai dari wilayah teritorial, produk hingga kebudayaan dan seni.
[ad]
Alhamdulillah pada tanggal 2 Oktober 2009 nanti United Nations Education Social and Cultural Organization (UNESCO) akan menetapkan batik sebagai bentuk budaya bukan benda warisan manusia yang berasal dari Indonesia, artinya Malaysia tidak memiliki peluang untuk mengaku-aku batik sebagai budaya mereka lagi!
Untuk merayakan kemenangan tersebut mari kita jadikan tanggal 2 Oktober sebagai Gerakan Nasional Berbatik. Siapapun dan apapun profesi Anda baik itu Tukang Becak, Tukang Ojek, Pedagang, Guru, Pelajar, Mahasiswa ataupun Pejabat mari kita kenakan batik. Bagi para pemilik account Facebook atau jejaring sosial yang lainnya ubah profile Anda dengan photo yang sedang mengenakan batik, agar dunia tahu darimana batik berasal dan Malaysia menjadi bungkam!
Semoga saja tidak hanya batik yang dapat dilindungi agar Malaysia bungkam dan tidak mencoba untuk mengaku-aku milik orang lain lagi sebagai miliknya!
Bagi rekan-rekan yang ingin menampilkan fotonya yang sedang mengenakan batik di website ini silahkan kirimkan foto dan biodata Anda ke visikita[at]gmail.com atau bisa langsung upload sendiri dengan login terlebih dahulu.
Film tentang Batik
September 18, 2009 by andika
Filed under Tulisan Lepas
Kepada seluruh pihak yang perduli dengan batik berikut saya sampaikan sinopsis tentang film mengenai batik, dengan diproduksinya film ini nantinya diharapkan dapat mengispirasi kita semua terhadap budaya yang kita miliki khususnya untuk batik. Generasi muda sebagai pelanjut bangsa harus diingatkan kembali tentang arti perjuangan…
Harapan saya semoga film ini dapat terwujud, untuk itu saya berharap dukungan dari semua pihak.. terimakasih..
[ad]
Sinopsis film “Yang Terindah (Cinta, Band, Batik)”
Melihat fenomena mengenai budaya kita yang banyak di klaim oleh negara lain.. saya berfikir kenapa tidak kita coba untuk mulai dari diri kita. Untuk itu kami coba tawarkan untuk pembuatan film mengenai batik, bagi semua pihak kami mohon batuannya untuk dapat bersama-sama mewujudkannya.. Jika ada yang tertarik untuk dapat mewujudkannya dapat menghubungi kami.. terimakasih atas dukungan dan masukanya.. terimakasih.
Andika (zinyoe[at]yahoo.com)
YANG TERINDAH
(Cinta, Band, Batik)
Solo 20??
Batik merupakan budaya warisan nenek moyang yang telah melekat pada masyarakat Indonesia, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern batik mulai ditinggalkan generasi muda. Anak muda lebih tertarik terhadap budaya barat yang cenderung mengikis kecintaan terhadap budaya bangsa. Salah satunya adalah kehidupan anak band, anak muda lebih dikatakan gaul jika mengetahui perkembangan mengenai grup band. Bahkan “anak band” telah menjadi life style bagi anak muda saat itu.
Dalam masa seperti itu Putra (seorang fokalis grup band) jatuh hati dan telah menjalin hubungan (pacaran) dengan Ayu (seorang putri juragan batik di kota Solo). Hubungan mereka ditentang oleh Ayah Ayu (diperankan oleh Tukul Arwana). Putra dianggap sebagai generasi muda yang tidak perduli terhadap kebudayaan bangsanya, dan cenderung melunturkan kebudayaan bangsa.
Dalam perjalananya Putra mendapat dukungan dari kakak Ayu yaitu S’lam alias Selamet (diperankan oleh Budi Anduk) dan Ayah Ayu Memberikan Syarat Kepada Putra Untuk Dapat Membuktikan Bahwa Anak Band Bisa Menjadi Pelopor Anak Muda Yang Bisa Melestrikan Dan Mempopulerkan Batik, Minimal Orang se-Solo Harus Memakai Baju Batik Dalam Satu Waktu.
Perjuangan untuk dapat memenuhi syarat yang diberikan oleh ayah Ayu, membuat Putra berjuang sekeras tenaga. Berkat cinta Putra terhadap Ayu, serta jiwa kemandirian dan kesadarannya untuk melestarikan budaya bangsa, Putra mulai mencari cara untuk dapat memenuhi syarat tersebut.
Mampukah Putra memenuhi syarat yang diberikan oleh ayah Ayu…….???
Setting lokasi diadakan di Solo, kota yang memiliki sejarah budaya serta kota Solo dicanankan sebagai Kota Budaya oleh walikotanya Joko Widodo dan serangkaian event terkait dengan budaya sering diselengarakan di Solo. Selain itu karakter Ayu yang suka jalan-jalan (berwisata) sangat tepat untuk Solo dijadikan lokasi utama dalam film ini, karena daerah Solo Raya (Solo dan sekitarnya) memiliki objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Sehingga selain menyaksikan kisah perjungan cinta Putra dan Ayu, pemirsa dapat menikmati wisata yang ada di Solo Raya.
Karakter Tokoh :
Putra
Seorang vokalis band yang sangat mencintai dan menyayangi Ayu dan ingin hidup dengan Ayu beserta bandnya. Putra merupakan sosok pemuda yang mandiri, walaupun dia anak orang kaya namun tidak mau menggunakan fasilitas dari orang tuanya.
Ayu
Putri dari juragan Batik yang cinta dan sayang terhadap Putra, namun ia harus menuruti kemauan ayahnya untuk mencari pendamping yang sukses dan mampu melestarikan batik. selain itu Ayu mempunyai hobi travelling.
Joko (diperankan oleh Tukul Arwana)
(ayah Ayu)
Juragan batik yang sangat perduli dengan kelangsungan batik, sehingga ia menginginkan Ayu untuk menikah dengan pemuda yang dapat melestarikan batik.
S’lam (diperankan oleh Budi Anduk)
(Kakak Ayu)
Anak bungsu Joko yang disekolahkan diluar negeri untuk belajar bagaimana agar dapat mengembangkan usaha bapaknya, namun setelah pulang dari luar negeri ia malah bergaya kebarat-baratan dan kagum dengan gaya hidup anak band.
Jokowi (walikota Surakarta)
Sosok seorang walikota yang ingin menjadikan kota Solo sebagai kota Budaya, ia sangat senang dan mendukung jika ada warganya yang mempunyai keinginan untuk mewujudkan hal tersebut.
Bambang (diperankan oleh Tarzan Srimulat)
(Ayah Putra)
Seorang pengusaha dari Solo yang sukses di Jakarta, dan ia ingin anaknya bisa meneruskan usahanya. Namun anaknya malah memilih menjadi seorang anak band
Queen Vanilla (grup band putra)
Sebuah band dari kota Solo, yang memiliki personil yang kompak dan suka humor
Winston (Manager band)
Seorang Manager band yang punya latar belakang seorang Event Organizer.
Andika (Manager majalah)
Teman Winston yang kreatif
Silk Painting Resists – Wax (Batik) and Gutta
June 15, 2009 by Katie Chaplin
Filed under International
[ad]
Painting on silk usually requires some sort of resist, because otherwise the dyes will spread uncontrollably on the silk. Once a dye has been put on the silk it can not be easily or effectively removed so resists can play a major role in your painting. Read more
The History of Batik
June 7, 2009 by Jamie Hanson
Filed under International
[ad]
Batik is an artistic technique of dyeing a cloth by using a wax-resist method. Wax-resist method is the most traditional way to dye or color a cloth. This method prevents the dye from spreading on the entire cloth and so as to give a beautiful pattern or design on the cloth. Batik is regarded as the cultural and traditional art in Indonesia. The traditional colors used for Batik are deep shades of indigo, dark brown and white which symbolize the three main Hindu Gods. Javanese Batik, from Jogjakarta with some particular meaning is found in countries of West Africa like Nigeria, Ghana, Cameroon, Uganda and Mali with the true Javanese idea, and in Asia like India, Sri Lanka, Bangladesh, Iran, Philippines, Malaysia, Thailand and Burma. Read more
Batik Making Process
May 30, 2009 by Jamie Hanson
Filed under International
[ad]
Batik is a traditional process that uses wax-resist technique in its making. Wax resist methods prevents the dye from spreading to the entire cloth, ultimately creating beautiful batik designs and patterns. The cloth used for Batik can either be cotton or silk as it can quickly absorb the wax used in dye resisting procedure. The fabric must be densely woven and should be of high quality so that the intricate patterns are reflected in the Batik quality designs. Read more
The Meaning of Batik
May 15, 2009 by Alvin Titus
Filed under International
[ad]
What is batik? I can safely make this statement that while many people know or have heard about this word, especially so here in Malaysia, Singapore and Indonesia, but many people do not, or rather, have got a wrong misconception of batik itself. Read more
Ancient Art Of Batik In The Modern World
May 7, 2009 by Ferdinand Ackermann
Filed under International
[ad]
With the recent economic “waking up” of global emerging markets, it would only be logical that other social segments of such markets would enjoy a revival of sort as well, and art forms of many kinds are no exception to this new found revival. Read more
Tips For Working With Batik Fabrics
April 30, 2009 by Jamie Hanson
Filed under International
[ad]
Batik is an Indonesian-Malay word that refers to traditional wax-resist dye method used on cloth. Batik is a traditional fashionable apparel worn across the world. With a huge variety of Batik designs and patterns, it is often loved and worn by people all over the globe especially in Malaysia. Batik depicts the ancient Javanese art and tradition and has become the most desirable pattern in the urban market too. You will find a great range in the men and the women clothing. Batik apparels are evergreen and suit all the genres at any occasion. Read more
Solo Batik Carnival 2 Digelar 26-28 Juni 2009
April 20, 2009 by Republik Batik
Filed under Pameran/Festival Batik
[ad]
Solo Batik Carnival (SBC) yang memasuki tahun kedua akan digelar 26-28 Juni mendatang dengan puncak pada 28 Juni 2009. Ajang SBC 2 yang masih akan dikomandani oleh Dynand Fariz yang juga Presiden Jember Fashion Carnival ini akan menampilkan tema topeng . Tahun lalu bertema wayang. Read more
Aku Cinta Batik
April 13, 2009 by Republik Batik
Filed under Lomba
[ad]
Dalam rangka mendukung langkah yang dilakukan pemerintah melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang sedang berjuang agar batik diakui oleh United Nations Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya Indonesia, maka group REPUBLIK BATIK mengadakan lomba ngeblog dengan tema “Aku Cinta Batik“. Read more


