Film tentang Batik

September 18, 2009 by andika  
Filed under Tulisan Lepas

Kepada seluruh pihak yang perduli dengan batik berikut saya sampaikan sinopsis tentang film mengenai batik, dengan diproduksinya film ini nantinya diharapkan dapat mengispirasi kita semua terhadap budaya yang kita miliki khususnya untuk batik. Generasi muda sebagai pelanjut bangsa harus diingatkan kembali tentang arti perjuangan…

Harapan saya semoga film ini dapat terwujud, untuk itu saya berharap dukungan dari semua pihak.. terimakasih..

Sinopsis film “Yang Terindah (Cinta, Band, Batik)”

Melihat fenomena mengenai budaya kita yang banyak di klaim oleh negara lain.. saya berfikir kenapa tidak kita coba untuk mulai dari diri kita. Untuk itu kami coba tawarkan untuk pembuatan film mengenai batik, bagi semua pihak kami mohon batuannya untuk dapat bersama-sama mewujudkannya.. Jika ada yang tertarik untuk dapat mewujudkannya dapat menghubungi kami.. terimakasih atas dukungan dan masukanya.. terimakasih.

Andika (zinyoe[at]yahoo.com)


YANG TERINDAH
(Cinta, Band, Batik)

Solo 20??
Batik merupakan budaya warisan nenek moyang yang telah melekat pada masyarakat Indonesia, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern batik mulai ditinggalkan generasi muda. Anak muda lebih tertarik terhadap budaya barat yang cenderung mengikis kecintaan terhadap budaya bangsa. Salah satunya adalah kehidupan anak band, anak muda lebih dikatakan gaul jika mengetahui perkembangan mengenai grup band. Bahkan “anak band” telah menjadi life style bagi anak muda saat itu.

Dalam masa seperti itu Putra (seorang fokalis grup band) jatuh hati dan telah menjalin hubungan (pacaran) dengan Ayu (seorang putri juragan batik di kota Solo). Hubungan mereka ditentang oleh Ayah Ayu (diperankan oleh Tukul Arwana). Putra dianggap sebagai generasi muda yang tidak perduli terhadap kebudayaan bangsanya, dan cenderung melunturkan kebudayaan bangsa.

Dalam perjalananya Putra mendapat dukungan dari kakak Ayu yaitu S’lam alias Selamet (diperankan oleh Budi Anduk) dan Ayah Ayu Memberikan Syarat Kepada Putra Untuk Dapat Membuktikan Bahwa Anak Band Bisa Menjadi Pelopor Anak Muda Yang Bisa Melestrikan Dan Mempopulerkan Batik, Minimal Orang se-Solo Harus Memakai Baju Batik Dalam Satu Waktu.

Perjuangan untuk dapat memenuhi syarat yang diberikan oleh ayah Ayu, membuat Putra berjuang sekeras tenaga. Berkat cinta Putra terhadap Ayu, serta jiwa kemandirian dan kesadarannya untuk melestarikan budaya bangsa, Putra mulai mencari cara untuk dapat memenuhi syarat tersebut.

Mampukah Putra memenuhi syarat yang diberikan oleh ayah Ayu…….???

Setting lokasi diadakan di Solo, kota yang memiliki sejarah budaya serta kota Solo dicanankan sebagai Kota Budaya oleh walikotanya Joko Widodo dan serangkaian event terkait dengan budaya sering diselengarakan di Solo. Selain itu karakter Ayu yang suka jalan-jalan (berwisata) sangat tepat untuk Solo dijadikan lokasi utama dalam film ini, karena daerah Solo Raya (Solo dan sekitarnya) memiliki objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Sehingga selain menyaksikan kisah perjungan cinta Putra dan Ayu, pemirsa dapat menikmati wisata yang ada di Solo Raya.

Karakter Tokoh :

Putra
Seorang vokalis band yang sangat mencintai dan menyayangi Ayu dan ingin hidup dengan Ayu beserta bandnya. Putra merupakan sosok pemuda yang mandiri, walaupun dia anak orang kaya namun tidak mau menggunakan fasilitas dari orang tuanya.

Ayu
Putri dari juragan Batik yang cinta dan sayang terhadap Putra, namun ia harus menuruti kemauan ayahnya untuk mencari pendamping yang sukses dan mampu melestarikan batik. selain itu Ayu mempunyai hobi travelling.

Joko (diperankan oleh Tukul Arwana)
(ayah Ayu)
Juragan batik yang sangat perduli dengan kelangsungan batik, sehingga ia menginginkan Ayu untuk menikah dengan pemuda yang dapat melestarikan batik.

S’lam (diperankan oleh Budi Anduk)
(Kakak Ayu)
Anak bungsu Joko yang disekolahkan diluar negeri untuk belajar bagaimana agar dapat mengembangkan usaha bapaknya, namun setelah pulang dari luar negeri ia malah bergaya kebarat-baratan dan kagum dengan gaya hidup anak band.

Jokowi (walikota Surakarta)
Sosok seorang walikota yang ingin menjadikan kota Solo sebagai kota Budaya, ia sangat senang dan mendukung jika ada warganya yang mempunyai keinginan untuk mewujudkan hal tersebut.

Bambang (diperankan oleh Tarzan Srimulat)
(Ayah Putra)
Seorang pengusaha dari Solo yang sukses di Jakarta, dan ia ingin anaknya bisa meneruskan usahanya. Namun anaknya malah memilih menjadi seorang anak band

Queen Vanilla (grup band putra)
Sebuah band dari kota Solo, yang memiliki personil yang kompak dan suka humor

Winston (Manager band)
Seorang Manager band yang punya latar belakang seorang Event Organizer.

Andika (Manager majalah)
Teman Winston yang kreatif

Rating 4.33 out of 5

Comments

One Response to “Film tentang Batik”
  1. Endang Wijaya says:

    Kalau perlu lagu untuk soundtrack film Batik, saya ada lagu “Batik Warisan Budaya Indonesia”. Video Clip-nya bisa diliat di facebook saya “Endang Wijaya”. Saya bisa dihubungi di: 08119693212

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!