<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>REPUBLIK BATIK &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://republikbatik.org/batikindonesia/category/tulisan-lepas/renungan-tulisan-lepas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://republikbatik.org</link>
	<description>Group Pecinta Batik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2009 06:40:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Wujudkan Mimpi dengan Ngeblog!</title>
		<link>http://republikbatik.org/batikindonesia/wujudkan-mimpi-dengan-ngeblog/</link>
		<comments>http://republikbatik.org/batikindonesia/wujudkan-mimpi-dengan-ngeblog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 03:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Backlink]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Dreaming Start Action]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republikbatik.org/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Stop Dreaming Start Action memiliki makna yang cukup dalam, ketika saya pertama kali membaca kalimat tersebut di blognya Joko Susilo saya langsung merasa tersentil, sebab selama ini saya memang terlalu banyak bermimpi namun selalu tidak pernah serius melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi saya tersebut. Setelah beberapa kali saya mengunjungi blog tersebut, akhirnya saya mulai termotivasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Stop Dreaming Start Action" href="http://yoyon.sugiono.biz/category/stop-dreaming-start-action/" target="_blank"></a></p>
<div id="attachment_251" class="wp-caption alignleft" style="width: 262px"><a href="http://republikbatik.org/wp-content/uploads/2009/07/konsultan-blog.jpg"><img class="size-full wp-image-251" title="konsultan-blog" src="http://republikbatik.org/wp-content/uploads/2009/07/konsultan-blog.jpg" alt="Konsultan Blog!" width="252" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Konsultan Blog!</p></div>
<p>Stop Dreaming Start Action memiliki makna yang cukup dalam, ketika saya pertama kali membaca kalimat tersebut di blognya <a title="Joko Susilo" href="http://jokosusilo.com" target="_blank">Joko Susilo</a> saya langsung merasa tersentil, sebab selama ini saya memang terlalu banyak bermimpi namun selalu tidak pernah serius melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi saya tersebut.</p>
<p>Setelah beberapa kali saya mengunjungi blog tersebut, akhirnya saya mulai termotivasi untuk segera melakukan sesuatu untuk mewujudkan salah satu mimpi saya, yaitu menjadi seorang <a title="Untung Saya Ngeblog" href="http://yoyon.sugiono.biz/untung-saya-ngeblog/" target="_blank">konsultan dalam bidang blog</a>, kekeke&#8230; mimpi kali yeee? Langkah pertama yang saya lakukan adalah membuat blog pribadi dengan menggunakan domain yang sangat-sangat privasi sekali, yaitu <a title="Yoyon Sugiono" href="http://yoyon.sugiono.biz/" target="_blank">yoyon.sugiono.biz</a>, maksudnya sih saya ingin merekam semua kegiatan bisnis online yang saya lakukan disini.<span id="more-249"></span></p>
<p>[ad]</p>
<p>Entah karena memang sudah saatnya atau sekedar keberuntungan semata, baru beberapa saat blogku diluncurkan ternyata saya dapat order untuk membuat website, mungkin lebih tepatnya blog untuk salah satu departemen yang berkantor di Padang. Hehehe, keren yah&#8230;</p>
<p>Walaupun masih newbie, semoga saja saya bisa mengikuti jejak <a title="Mashengky" href="http://mashengky.com/blog/blog-jadi-konsultan-blog-asik-nggak-yaaaa.html" target="_blank">Mashengky</a> untuk beneran jadi konsultan blog. Tapi saya yakin jika kita segera <a title="Stop Dreaming Start Action" href="http://yoyon.sugiono.biz/stop-dreaming-start-action-bagian-1/" target="_blank">stop dreaming</a> dan <a title="Stop Dreaming Start Action" href="http://yoyon.sugiono.biz/stop-dreaming-start-action-bagian-2/" target="_blank">take action</a> pasti mimpi kita bisa menjadi kenyataan.</p>
<p>Salam action!</p>
<p>Yoyon Sugiono<br />
<a title="Silahkan berkunjung!" href="http://yoyon.sugiono.biz/" target="_blank">http://yoyon.sugiono.biz</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republikbatik.org/batikindonesia/wujudkan-mimpi-dengan-ngeblog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Mengeluh!</title>
		<link>http://republikbatik.org/batikindonesia/jangan-mengeluh/</link>
		<comments>http://republikbatik.org/batikindonesia/jangan-mengeluh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 09:15:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Republik Batik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Mengeluh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republikbatik.org/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa, kita selalu saja mengeluh, bahkan ketika kita dalam keadaan yang seharusnya bersyukur, bukan mengeluh. Ketika cuaca panas, kita akan mengeluh &#8220;Duh, panas banget!&#8221;, ketika cuaca mendung kitapun mengeluh &#8220;Kok mendung terus yah?&#8221; tidak ada bedanya ketika hari sedang hujan &#8220;Wah, lagi-lagi hujan!&#8221;. [ad] Sebagai seorang pegawai tidak jarang kita mengeluh tentang begitu banyaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah kenapa, kita selalu saja mengeluh, bahkan ketika kita dalam keadaan yang seharusnya bersyukur, bukan mengeluh. Ketika cuaca panas, kita akan mengeluh &#8220;Duh, panas banget!&#8221;, ketika cuaca mendung kitapun mengeluh &#8220;Kok mendung terus yah?&#8221; tidak ada bedanya ketika hari sedang hujan &#8220;Wah, lagi-lagi hujan!&#8221;.<span id="more-241"></span></p>
<p>[ad]</p>
<p>Sebagai seorang pegawai tidak jarang kita mengeluh tentang begitu banyaknya tugas yang harus diselesaikan, begitu rendahnya gaji kita, dan mungkin masih banyak lagi yang lain. Kita seakan lupa bahwa masih banyak mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan dan tidak memperoleh penghasilan. Bukannya bersyukur, justru kita mengeluh!  Tampaknya kita harus belajar pada Cody yang selalu tersenyum tulus menerima segala keadaan yang ada pada dirinya. Sanggupkah kita?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-242" title="cody-1" src="http://republikbatik.org/wp-content/uploads/2009/06/cody-1.jpg" alt="cody-1" width="496" height="320" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-243" title="cody-2" src="http://republikbatik.org/wp-content/uploads/2009/06/cody-2.jpg" alt="cody-2" width="496" height="320" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-244" title="cody-4" src="http://republikbatik.org/wp-content/uploads/2009/06/cody-4.jpg" alt="cody-4" width="496" height="320" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-245" title="cody-6" src="http://republikbatik.org/wp-content/uploads/2009/06/cody-6.jpg" alt="cody-6" width="496" height="320" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-246" title="cody-9" src="http://republikbatik.org/wp-content/uploads/2009/06/cody-9.jpg" alt="cody-9" width="496" height="320" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republikbatik.org/batikindonesia/jangan-mengeluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersiap Menghadapi Kehilangan</title>
		<link>http://republikbatik.org/batikindonesia/bersiap-menghadapi-kehilangan/</link>
		<comments>http://republikbatik.org/batikindonesia/bersiap-menghadapi-kehilangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 02:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Republik Batik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[Old Coin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republikbatik.org/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan. Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225" class="wp-caption alignleft" style="width: 207px"><a href="http://republikbatik.org/wp-content/uploads/2009/06/old-coin.jpg"><img class="size-full wp-image-225" title="old-coin" src="http://republikbatik.org/wp-content/uploads/2009/06/old-coin.jpg" alt="Old Coin" width="197" height="193" /></a><p class="wp-caption-text">Old Coin</p></div>
<p>Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.</p>
<p>Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.</p>
<p>Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. &#8220;Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,&#8221; gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.&#8221;Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,&#8221; kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.<span id="more-224"></span></p>
<p>[ad]</p>
<p>Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan toples.</p>
<p>Setelah ia membeli lembaran kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.</p>
<p>Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.</p>
<p>Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, &#8220;Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?&#8221; Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, &#8220;Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi&#8221;.</p>
<p>Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?</p>
<p>Kemenangan Hidup bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republikbatik.org/batikindonesia/bersiap-menghadapi-kehilangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
