Lagu “Batik Warisan Budaya Indonesia” oleh Green Company (Greeco)

September 30, 2009 by Endang Wijaya  
Filed under Tulisan Lepas

[ad]

Hi RepublikBatik,

Saya Endang Wijaya dari Bogor. Saya menulis lagu “Batik Warisan Budaya Indonesia” dan menyanyikannya dengan band saya “Green Company” (Greeco).

Screen Shoot dari Clip Lagu "Batik Warisan Budaya Indonesia"

Screen Shoot dari Clip Lagu "Batik Warisan Budaya Indonesia"

Video Clip lagu tersebut dapat dilihat dan di dengar di facebook saya (Endang Wijaya).

Saya sedang mencari pihak lain yang ingin bekerjasama untuk mempublikasikan lagu tersebut secara luas melalui TV dan radio.

Saya bisa dihubungi di: 08119693212
Email: endangwijaya[at]rocketmail.com

Semoga Batik Indonesia menjadi lebih terkenal dan disukai orang-orang diseluruh dunia.

Salam,
Endang Wijaya
Green Company (Greeco) 01 Green Company – Batik Warisan Budaya Indonesia

Rating 4.00 out of 5

Gerakan Nasional Berbatik pada 2 Oktober 2009

September 18, 2009 by Republik Batik  
Filed under Tulisan Lepas

Sudah berulangkali tetangga kita yang bernama Malaysia berusaha mengklaim apa yang dimiliki oleh negeri ini, mulai dari wilayah teritorial, produk hingga kebudayaan dan seni.

[ad]

Alhamdulillah pada tanggal 2 Oktober 2009 nanti United Nations Education Social and Cultural Organization (UNESCO) akan menetapkan batik sebagai bentuk budaya bukan benda warisan manusia yang berasal dari Indonesia, artinya Malaysia tidak memiliki peluang untuk mengaku-aku batik sebagai budaya mereka lagi!

Untuk merayakan kemenangan tersebut mari kita jadikan tanggal 2 Oktober sebagai Gerakan Nasional Berbatik. Siapapun dan apapun profesi Anda baik itu Tukang Becak, Tukang Ojek, Pedagang, Guru, Pelajar, Mahasiswa ataupun Pejabat mari kita kenakan batik. Bagi para pemilik account Facebook atau jejaring sosial yang lainnya ubah profile Anda dengan photo yang sedang mengenakan batik, agar dunia tahu darimana batik berasal dan Malaysia menjadi bungkam!

Semoga saja tidak hanya batik yang dapat dilindungi agar Malaysia bungkam dan tidak mencoba untuk mengaku-aku milik orang lain lagi sebagai miliknya!

Bagi rekan-rekan yang ingin menampilkan fotonya yang sedang mengenakan batik di website ini silahkan kirimkan foto dan biodata Anda ke visikita[at]gmail.com atau bisa langsung upload sendiri dengan login terlebih dahulu.

Rating 3.00 out of 5

Film tentang Batik

September 18, 2009 by andika  
Filed under Tulisan Lepas

Kepada seluruh pihak yang perduli dengan batik berikut saya sampaikan sinopsis tentang film mengenai batik, dengan diproduksinya film ini nantinya diharapkan dapat mengispirasi kita semua terhadap budaya yang kita miliki khususnya untuk batik. Generasi muda sebagai pelanjut bangsa harus diingatkan kembali tentang arti perjuangan…

Harapan saya semoga film ini dapat terwujud, untuk itu saya berharap dukungan dari semua pihak.. terimakasih..

[ad]

Sinopsis film “Yang Terindah (Cinta, Band, Batik)”

Melihat fenomena mengenai budaya kita yang banyak di klaim oleh negara lain.. saya berfikir kenapa tidak kita coba untuk mulai dari diri kita. Untuk itu kami coba tawarkan untuk pembuatan film mengenai batik, bagi semua pihak kami mohon batuannya untuk dapat bersama-sama mewujudkannya.. Jika ada yang tertarik untuk dapat mewujudkannya dapat menghubungi kami.. terimakasih atas dukungan dan masukanya.. terimakasih.

Andika (zinyoe[at]yahoo.com)


YANG TERINDAH
(Cinta, Band, Batik)

Solo 20??
Batik merupakan budaya warisan nenek moyang yang telah melekat pada masyarakat Indonesia, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern batik mulai ditinggalkan generasi muda. Anak muda lebih tertarik terhadap budaya barat yang cenderung mengikis kecintaan terhadap budaya bangsa. Salah satunya adalah kehidupan anak band, anak muda lebih dikatakan gaul jika mengetahui perkembangan mengenai grup band. Bahkan “anak band” telah menjadi life style bagi anak muda saat itu.

Dalam masa seperti itu Putra (seorang fokalis grup band) jatuh hati dan telah menjalin hubungan (pacaran) dengan Ayu (seorang putri juragan batik di kota Solo). Hubungan mereka ditentang oleh Ayah Ayu (diperankan oleh Tukul Arwana). Putra dianggap sebagai generasi muda yang tidak perduli terhadap kebudayaan bangsanya, dan cenderung melunturkan kebudayaan bangsa.

Dalam perjalananya Putra mendapat dukungan dari kakak Ayu yaitu S’lam alias Selamet (diperankan oleh Budi Anduk) dan Ayah Ayu Memberikan Syarat Kepada Putra Untuk Dapat Membuktikan Bahwa Anak Band Bisa Menjadi Pelopor Anak Muda Yang Bisa Melestrikan Dan Mempopulerkan Batik, Minimal Orang se-Solo Harus Memakai Baju Batik Dalam Satu Waktu.

Perjuangan untuk dapat memenuhi syarat yang diberikan oleh ayah Ayu, membuat Putra berjuang sekeras tenaga. Berkat cinta Putra terhadap Ayu, serta jiwa kemandirian dan kesadarannya untuk melestarikan budaya bangsa, Putra mulai mencari cara untuk dapat memenuhi syarat tersebut.

Mampukah Putra memenuhi syarat yang diberikan oleh ayah Ayu…….???

Setting lokasi diadakan di Solo, kota yang memiliki sejarah budaya serta kota Solo dicanankan sebagai Kota Budaya oleh walikotanya Joko Widodo dan serangkaian event terkait dengan budaya sering diselengarakan di Solo. Selain itu karakter Ayu yang suka jalan-jalan (berwisata) sangat tepat untuk Solo dijadikan lokasi utama dalam film ini, karena daerah Solo Raya (Solo dan sekitarnya) memiliki objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Sehingga selain menyaksikan kisah perjungan cinta Putra dan Ayu, pemirsa dapat menikmati wisata yang ada di Solo Raya.

Karakter Tokoh :

Putra
Seorang vokalis band yang sangat mencintai dan menyayangi Ayu dan ingin hidup dengan Ayu beserta bandnya. Putra merupakan sosok pemuda yang mandiri, walaupun dia anak orang kaya namun tidak mau menggunakan fasilitas dari orang tuanya.

Ayu
Putri dari juragan Batik yang cinta dan sayang terhadap Putra, namun ia harus menuruti kemauan ayahnya untuk mencari pendamping yang sukses dan mampu melestarikan batik. selain itu Ayu mempunyai hobi travelling.

Joko (diperankan oleh Tukul Arwana)
(ayah Ayu)
Juragan batik yang sangat perduli dengan kelangsungan batik, sehingga ia menginginkan Ayu untuk menikah dengan pemuda yang dapat melestarikan batik.

S’lam (diperankan oleh Budi Anduk)
(Kakak Ayu)
Anak bungsu Joko yang disekolahkan diluar negeri untuk belajar bagaimana agar dapat mengembangkan usaha bapaknya, namun setelah pulang dari luar negeri ia malah bergaya kebarat-baratan dan kagum dengan gaya hidup anak band.

Jokowi (walikota Surakarta)
Sosok seorang walikota yang ingin menjadikan kota Solo sebagai kota Budaya, ia sangat senang dan mendukung jika ada warganya yang mempunyai keinginan untuk mewujudkan hal tersebut.

Bambang (diperankan oleh Tarzan Srimulat)
(Ayah Putra)
Seorang pengusaha dari Solo yang sukses di Jakarta, dan ia ingin anaknya bisa meneruskan usahanya. Namun anaknya malah memilih menjadi seorang anak band

Queen Vanilla (grup band putra)
Sebuah band dari kota Solo, yang memiliki personil yang kompak dan suka humor

Winston (Manager band)
Seorang Manager band yang punya latar belakang seorang Event Organizer.

Andika (Manager majalah)
Teman Winston yang kreatif

Rating 4.33 out of 5

Wujudkan Mimpi dengan Ngeblog!

July 2, 2009 by yoyon  
Filed under Backlink, Renungan, SEO

Konsultan Blog!

Konsultan Blog!

Stop Dreaming Start Action memiliki makna yang cukup dalam, ketika saya pertama kali membaca kalimat tersebut di blognya Joko Susilo saya langsung merasa tersentil, sebab selama ini saya memang terlalu banyak bermimpi namun selalu tidak pernah serius melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi saya tersebut.

Setelah beberapa kali saya mengunjungi blog tersebut, akhirnya saya mulai termotivasi untuk segera melakukan sesuatu untuk mewujudkan salah satu mimpi saya, yaitu menjadi seorang konsultan dalam bidang blog, kekeke… mimpi kali yeee? Langkah pertama yang saya lakukan adalah membuat blog pribadi dengan menggunakan domain yang sangat-sangat privasi sekali, yaitu yoyon.sugiono.biz, maksudnya sih saya ingin merekam semua kegiatan bisnis online yang saya lakukan disini. Read more

Rating 3.00 out of 5

Jangan Mengeluh!

June 26, 2009 by Republik Batik  
Filed under Renungan

Entah kenapa, kita selalu saja mengeluh, bahkan ketika kita dalam keadaan yang seharusnya bersyukur, bukan mengeluh. Ketika cuaca panas, kita akan mengeluh “Duh, panas banget!”, ketika cuaca mendung kitapun mengeluh “Kok mendung terus yah?” tidak ada bedanya ketika hari sedang hujan “Wah, lagi-lagi hujan!”. Read more

Rating 3.00 out of 5

Test Kemampuan Anda dalam Menahan Stres

June 25, 2009 by Republik Batik  
Filed under Pola

Konon katanya, gambar-gambar berikut dapat dijadikan alat untuk mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam menahan stress. Gambar-gambar berikut dibuat dengan menggunakan pola tertentu dan disimpan dalam format JPG, sehingga tidak mungkin dibuat sebagai animasi. Anda bisa mengeceknya dengan klik kanan pada gambar yang dimaksud, lalu klik Properties… Read more

Rating 3.00 out of 5

Bersiap Menghadapi Kehilangan

June 25, 2009 by Republik Batik  
Filed under Renungan

Old Coin

Old Coin

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.”Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar. Read more

Rating 3.00 out of 5

Perbedaan Persepsi

April 3, 2009 by Republik Batik  
Filed under Tulisan Lepas

The Old Man

The Old Man

[ad]

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :

  • Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
  • Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :

Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih.

Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.

Jawab anak sulung :

Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal
tidak susut.

Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.

Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama.

MORAL CERITA :

Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda.

Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita… pilihan ada di tangan anda.

Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa.

Rating 3.00 out of 5